Kamis, 18 Oktober 2018

Sumber Hukum Bisnis


Sumber Hukum Bisnis

Yang dimaksud dengan sumber hukum bisnis disini adalah dimana kita bisa menemukan sumber hukum bisnis itu. Yang mana nantinya sumber hukum tersebut dijadikan sebagai dasar hukum berlakunya hukum yang dipakai dalam menjalankan bisnis tersebut.

Sumber hukum bisnis yang utama/pokok  adalah Pasal 1338 ayat 1 KUHPerdata yaitu :
  • Asas kontrak (perjanjian) itu sendiri yang menjadi sumber hukum utama, dimana masing-masing pihak terikat untuk tunduk kepada kontrak yang telah disepakati (kontrak yg dibuat diberlakukan sama dengan Undang-undang).
  • Asas kebebasan berkontrak, dimana para pihak bebas untuk membuat dan menentukan isi dari kontrak yang mereka sepakati.
Sumber Hukum Bisnis
Sumber Hukum Bisnis
Secara umum sumber hukum bisnis (sumber hukum perundangan) tersebut adalah :
  1. Hukum Perdata (KUHPerdata)
  2. Hukum Dagang (KUHDagang)
  3. Hukum Publik (Pidana Ekonomi/KUHPidana)
  4. Peraturan Perundang-undangan diluar KUHPerdata, KUHPidana, KUHDagang
Menurut Munir Fuady, sumber-sumber hukum bisnis adalah :
  1. Perundang-undangan
  2. Perjanjian
  3. Traktat
  4. Jurisprudensi
  5. Kebiasaan
  6. Pendapat sarjana hukum (doktrin)


Sumber-sumber hukum bisnis :
1. Perundang-Undangan
Undang-undang adalah peraturan negara yang dibentuk oleh alat perlengkapan negara yang berwenang dan mengikat masyarakat. Produk hukum tertulis yang sengaja diciptakan oleh pihak yang berwenang untuk mengatur kehidupan masyarakat, termasuk dibidang ekonomi dan bisnis.

Sumber hukum perudangan dapat dibagi menjadi :
a. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) atau Wetboek van Koophandel Indonesia (WvK)
KUHD mengatur berbagai perikatan yang berkaitan dengan perkembangan lapangan hukum perusahaan. Sebagai peraturan yang telah terkodifikasi, KUHD masih terdapat kekurangan dimana kekurangan tersebut diatur dengan peraturan perundang-undangan yang lain.
KUHD Indonesia dibawa oleh orang Belanda ke tanah air kita sekitar satu abad yang lalu. Pada awalnya KUHD hanya berlaku bagi orang Eropa yang berada di Indonesia berdasarkan asas konkordansi. Kemudian diberlakukan pula bagi orang-orang timur asing, namun tidak diberlakukan seluruhnya untuk orang Indonesia (hanya bagian tertentu saja).
KUHD yang mulai berlaku di Indonesia pada tanggal 1 Mei 1848 terbagi atas dua kitab dan 23 bab. Kitab I terdiri atas 10 dan kitab 2 terdiri dari 13 bab.
Hukum Dagang (KUH Dagang), misalnya kewajiban pembukuan, perusahaan persekutuan (Firma, CV), asuransi, pengangkutan, surat berharga, pedagang perantara, keagenan/distributor, dll).
b. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata)
KUH Perdata di adakan di Indonesia pada tanggal 1 Mei 1948 berdasarkan asas konkordansi. KUH Perdata yang ada di Indonesia berasal dari KUH Perdata Netherlands yang dikodofikasikan pada tanggal 5 Juli 1830 dan mulai berlaku di Netherlands pada tanggal 31 Desember 1830.
KUH Perdata Belanda ini berasal atau bersumber dari KUH Perdata Perancis dan Code Civil ini bersumber pula pada kodifikasi hukum Romawi Corpus Iuris Civilis dari Kaisar Justinianus (527-565).
Bagian-bagian dari KUH Perdata yang mengatur tentang Hukum Dagang ialah sebagian terbesar dari Kitab III dan sebagian kecil dari Kitab II. Hal-hal yang diatur dalam Kitab III KUH Perdata ialah mengenai perikatan-perikatan umumnya dan perikatan-perikatan yang dilahirkan dari persetujuan dan undang-undang seperti:
  • Persetujuan jual beli (contract of sale),
  • Persetujuan sewa menyewa (contract of hire),
  • Persetujuan pinjaman uang (contract of loan).
Hukum Perdata (KUHPerdata), misalnya hukum perjanjian (kontrak), hak-hak kebendaan, sebagai sumber terjadinya bisnis.
c. Peraturan Perundang-Undangan
Selain KUHD dan KUHPerdata, masih terdapat beberapa peraturan perundang-undangan lain yang mengatur Hukum Dagang, diantaranya :
  1. UU No. 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan,
  2. UU No. 1 Tahun 1995 Tentang Perseroan Terbatas (PT),
  3. UU No. 7 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta,
  4. UU No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat,
  5. UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen
  6. UU No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal (Go Public),
  7. UU No. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal (PMA/PMDN)
  8. UU No 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta
  9. UU No. 37 Tahun  2004 Tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang,
  10. Hukum Publik (Pidana Ekonomi/Bisnis), misalnya kejahatan-kejahatan di bidang ekonomi/bisnis : Penyeludupan, illegal logging, korupsi. 
  11. PP No 28 Tahun 1999 Tentang Merger, Konsolidasi Dan Akuisisi Bank,
2. Kebiasaan
Kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus dan tidak terputus dan sudah diterima oleh masyarakat pada umumnya serta pedagang pada khususnya, dapat dipakai juga sebagai sumber hukum pada Hukum Dagang. Hal ini sesuai dengan Pasal 1339 KUH Perdata bahwa perjanjian tidak saja mengikat yang secara tegas diperjanjikan, tetapi juga terikat pada kebiasaan-kebiasaan yang sesuai dengan perjanjian tersebut. Contohnya tentang pemberian komisi, jual beli dengan angsuran, dan sebagainya.
3. Yurisprudensi
Yurisprudensi adalah putusan-putusan Hakim atau Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dan dibenarkan oleh Mahkamah Agung sebagai Pengadilan kasasi, atau putusan Mahkamah Agung sendiri yang sudah berkekuatan hukum tetap.
4.Perjanjian Internasional
Perjanjian internasional diadakan dengan tujuan agar pengaturan tentang persoalan Hukum Dagang dapat diatur secara seragam oleh masing-masing hukum nasional dari negara-negara peserta yang terikat dalam perjanjian internasional tersebut. Untuk dapat diterima dan mempunyai kekuatan hukum yang mengikat maka perjanjian internasional tersebut harus diratifikasi oleh masing-masing negara yang terikat dalam perjanjian internasional tersebut.

Macam perjanjian internasional :
  • Traktat yaitu perjanjian bilateral yang dilakukan oleh dua negara saja. Contohnya: traktat yang dibuat oleh Indonesia dengan Amerika yang mengatur tentang pemberian perlindungan hak cipta yang kemudian disahkan melalui Keppres No.25 Tahun 1989,
  • Konvensi yaitu perjanjian yang dilakukan oleh beberapa negara. Contohnya Konvensi Paris yang mengatur tentang merek.
5. Perjanjian Yang Dibuat Para Pihak
Berdasarkan pasal 1338 KUH Perdata disebutkan perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Dalam hal ini, persetujuan, perjanjian ataupun kesepakatan memegang peranan bagi para pihak. Contohnya dalam pasal 1477 KUH Perdata yang menentukan bahwa selama tidak diperjanjikan lain, maka penyerahan terjadi di tempat dimana barang berada pada saat terjadi kata sepakat. Misalkan penyerahan barang diperjanjikan dengan klausula FOB (Free On Board) maka penyerahan barang dilaksanakan ketika barang sudah berada di atas kapal.
6. Doktrin
Pendapat sarjana hukum (doktrin) adalah pendapat seseorang atau beberapa orang sarjana hukum yang terkenal dalam ilmu pengetahuan hukum. Doktrin ini dapat menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusannya.
Misalnya hakim dalam memeriksa perkara atau dalam pertimbangan putusannya dapat menyebut doktrin dari ahli hukum tertentu. Dengan demikian hakim dianggap telah menemukan hukumnya melalui sumber hukum yang berupa doktrin tersebut.
Sumber Hukum :
  1. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata),
  2. Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) atau Wetboek van Koophandel Indonesia (WvK),
  3. UU No. 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan,
  4. UU No. 1 Tahun 1995 Tentang Perseroan Terbatas (PT),
  5. UU No. 7 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta,
  6. UU No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat,
  7. UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen
  8. UU No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal (Go Public),
  9. UU No. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal (PMA/PMDN)
  10. UU No 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta
  11. UU No. 37 Tahun  2004 Tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.
Sumber Website: artonang.blogspot.com
Editor: Dhini Indriani
XII-Pemasaran

Minggu, 30 September 2018

Tahapan Siklus Kehiidupan Produk (X PM)



4. Strategi Pemasaran untuk Setiap Tahapan Siklus Kehidupan Produk


Pengelolaan strategi siklus hidup sebuah produk didasarkan pada empat tahapan, yaitu tahap perkenalan, petumbuhan, kedewasaan, dan penurunan. Pada setiap siklus hidup sebuah produk, akan terdapat  karakteristik dan tantangan yang berbeda pula. Oleh karena itu, sebuah strategi pemasaran yang tepat akan sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan tersebut. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa tahapan siklus hidup produk, beserta strategi pemasarannya yang sesuai dengan pendapat para ahli dibidangnya.


Strategi Pemasaran Tahap Perkenalan 
Dalam meluncurkan produk baru, manajemen pemasaran dapat membentuk suatu tingkat tinggi atau rendah bagi setiap variabel pemasaran, seperti harga, promosi, distribusi, dan mutu produk. Dalam hal harga dan promosi menurut Arman dkk (2006), manajemen dapat melaksanakan satu dari empat strategi yaitu:
a. Strategi peluncuran cepat (rapid skimming)

Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan level promosi tinggi. Strategi ini dapat diterima dengan asumsi sebagian besar pasar potensial tidak menyadari produk itu, harga yang diminta, perusahaan menghadapi persaingan potensial dan untuk membangun preferensi merek.

b. Strategi peluncuran lambat (slow skimming)

Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Strategi ini bila ukuran pasar terbatas, sebagian besar sadar tentang produk itu, pembeli bersedia membayar harga tinggi, dan persaingan potensial belum mengancam.

c. Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration)

Peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi besar. Strategi ini cocok digunakan jika pasar tidak menyadari kehadiran produk, sebagian pembeli peka terhadap harga, terdapat persaingan potensial yang kuat, biaya produksi menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman.

d. Strategi penetrasi lambat (slow-penetration)

Peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi rendah. Strategi ini bila pasar besar, mempunyai kesadaran yang tinggi tentang harga, dan terdapat beberapa persaingan potensial.


Strategi Pemasaran Tahap Pertumbuhan
Tahap ini ditandai dengan adanya peningkatan penjualan. Konsumen awal merasa senang dan konsumen berikutnya mulai membeli. Pesaing baru mulai memasuki pasar, harga bertahan atau sedikit turun, dan laba meningkat. Menurut Kotler (2009), sepanjang tahap pertumbuhan, perusahaan dapat menggunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar selama mungkin:

a. Meningkatkan kualitas produk, menambah ciri-ciri atau fitur-fitur produk, serta memperbaiki modelnya.

b. Menambah model baru dan produk penyerta (misal: produk dengan ukuran berbeda, rasa, dan sebagainya untuk melindungi produk utama).

c. Memasuki segmen pasar baru.

d. Meningkatkan cakupan dan memasuki saluran distribusi baru.

e. Beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product-awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk tertentu (product-preference advertising).

f. Menurunkan harga untuk menarik lapisan berikutnya yang sensitif terhadap harga.

 Dalam tahap pertumbuhan, perusahaan yang melakukan strategi perluasan pasar akan memperkuat posisi persaingannya, tentu saja akan menambah biaya yang cukup besar. Perusahaan dalam tahap pertumbuhan akan menghadapi pilihan antara pangsa pasar yang besar dan keuntungan saat ini yang tinggi. Dengan mengeluarkan uang untuk peningkatan produk dan distribusi, perusahaan dapat menghadapi  posisi yang dominan. Dengan kata lain, perusahaan akan melepaskan keuntungan saat ini untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar pada tahap berikutnya.


 Strategi Pemasaran Tahap Kedewasaan

Pada suatu titik, tingkat pertumbuhan penjualan produk akan menurun dan produk akan memasuki tahap kedewasaan relatif. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Kebanyakan produk berada pada tahap kedewasaan dari siklus hidup. Menurut Kotler (2009) ada tiga fase kedewasaan, yaitu:

a. Fase kedewasaan bertumbuh (growth maturity)

Tingkat pertumbuhan penjualan mulai menurun dan tidak ada saluran distribusi baru.

b. Fase kedewasaaan stabil (stable maturity)

Penjualan datar atas dasar per kapita karena kejenuhan pasar, dan masa depan penjualan ditentukan oleh pertumbuhan populasi dan permintaan pengganti.

c. Fase kedewasaan menurun (decaying maturity)

Penjualan menurun dan konsumen mulai beralih ke produk lain.


Dalam tahap ini, jika sebuah produk mulai mengalami penurunan, maka perusahaan harus mulai memikirkan cara-cara untuk kembali menaikkan minat konsumen terhadap produk tersebut.Terdapat tiga cara bermanfaat yang dapat mengubah jumlah pemakaian terhadap suatu merek (brand), yaitu:

a. Modifikasi pasar (market modification), dengan konsep menarik perhatian orang yang bukan pemakai, memasuki segmen pasar baru, dan merebut pelanggan pesaing.

b. Modifikasi produk (product modification), meningkatkan volume penjualan dengan cara memodifikasi karakteristik produk melalui peningkatan mutu produk, peningkatan ciri-ciri, atau fitur-fitur produk, dan peningkatan model produk.

c. Modifikasi bauran pasar (marketing program modification), dengan diskon harga, distribusi, iklan, sales, personil penjualan (personal selling), dan pelayanan (services)


Strategi Pemasaran Tahap Penurunan

Penurunan bisa cepat atau lambat, karena alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, dan meningkatnya persaingan. Mempertahankan produk adalah beban bagi perusahaan maupun karyawan. Menurut Arman dkk (2006) berikut adalah strategi bertahan dalam tahap penurunan yang tersedia untuk perusahaan yaitu:

a. Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi pasar.

b. Mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan.

c. Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan.

d. Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.

e. Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya.


Keempat tahapan pertumbuhan produk dan strategi pemasaran di atas, tentunya akan berjalan dengan baik jika didukung oleh perencanaan keuangan yang matang dan terencana. Sebuah analisa, pelaporan, dan penghitungan keuangan harus didapat secara cermat dan cepat agar tidak terlambat melakukan analisis untuk kebutuhan pendukung strategi pemasaran yang dibutuhkan.


---pashajid-ok---


Segmentasi Pasar (X PM)


Pengertian Segmentasi Pasar

Pengertian segmentasi pasar secara sederhana adalah pembagian suatu pasar yang heterogen ke dalam satuan – satuan pembeli yang sifatnya homogen, di mana setiap satuan pembeli yang homogen tersebut dijadikan sebagai sasaran pasar untuk dicapai dengan strategi marketing mix tersendiri.
Artinya, dapat dipahami pula bahwa pasar semula adalah satu dan sangat luas. Kemudian, pasar yang luas ini dibagi -bagi atau disegmentasikan oleh pemasar, menjadi beberapa bagian pasar yang memiliki sifat homogen. Terkait homogenitas pasar ini, pihak pemasar bisa menentukan berdasarkan kebutuhannya sendiri.
Segmentasi pasar sebagai strategi perusahaan ini tidak semata -mata dilakukan dengan cara membedakan produk atau bahkan menciptakan produk baru (product diversification). Segmentasi pasar ini dilakukan dengan dasar perbedaan minat dan kebutuhan konsumen.
Segmentasi pasar menjadi bagian dari falsafah pemasaran produk yang beragumentasi pada para konsumen atau para pembelinya. Segmentasi pasar yang dilakukan perusahaan ini berperan penting dalam upaya meningkatkan pemasaran produk secara terarah. Selain itu, sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat dipergunakan secara lebih efektif dan efisien.
Maksud dan Tujuan Segmentasi Pasar
Dengan melakukan segmentasi pasar, tentunya suatu perusahaan memiliki maksud dan tujuan tertentu. Maksud dan tujuan segmentasi pasar, yaitu sebagai berikut :
1. Pasar lebih mudah dibedakan
Manusia sebagai konsumen adalah makhluk unik dan menarik. Para konsumen memiliki selera dan jenis produk yang selalu berkembang secara terus menerus. Karenanya, satu perusahaan saja tentunya tidak mungkin untuk memenuhi seluruh keinginan konsumen ini.
Karenanya, perusahaan akan cenderung memilih sekelompok konsumen dengan sifat yang homogen. Dengan demikian, kelompok konsumen ini akan lebih mudah dipahami dan dipenuhi seleranya. Artinya, satu pasar dengan kelompok pasar yang lain bisa lebih mudah dibedakan.
2. Pelayanan kepada pembeli yang lebih baik
Segmentasi pasar dilakukan agar perusahaan dapat memberikan pelayanan yang mengarah kepada pasarnya. Untuk memenuhi kebutuhannya, konsumen akan selalu menginginkan : kualitas barang yang bagus, harga terjangkau serta pelayanan yang baik serta memuaskan dan juga ketepatan waktu.
Keinginan konsumen ini harus dipahami betul oleh perusahaan, terutama keinginan yang paling dominan, yakni soal pelayanan. Masalah pelayanan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen, seperti penyediaan fasilitas layan antar gratis, lahan parkir luas dan gratis dan lainnya.

Manfaat Sementasi Pasar
Dengan melakukan segmentasi pasar, maka suatu perusahaan bisa medapatkan banyak manfaat, seperti :
1.    Perusahaan dapat menerapkan gagasan pemasaran dengan lebih jelas.
2.    Perusahaan akan dapat mengatur produknya dengan lebih baik.
3.    Perusahaan dapat menemukan dan membandingkan kesempatan pasar.
4.    Perusahaan dapat mengelompokkan budget yang dimiliki secara tepat.
5.    Perusahaan dapat menciptakan daya tarik di bidang pemasaran.
6.    Perusahaan akan berada pada posisi yang lebih baik.
Syarat Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar sebagai strategi pemasaran memang dapat ditentukan sendiri oleh perusahaan. Akan tetapi, dalam proses penentuannya tidak bisa sembarangan. Agar segmentasi pasar yang dilakukan dapat berjalan efektif dan efisien, ada syarat segmentasi pasar yang harus dipenuhi.
Syarat segmentasi pasar tersebut, meliputi :
1. Harus Dapat Diukur (Measurable)
Segmentasi pasar harus dapat diukur (measurable), baik dalam besarnya maupun luasnya, serta daya beli segmen pasar tersebut. Sebagai contoh, segmentasi pasar yang dapat diukur adalah seorang konsumen membeli produk fashion karena tertarik desain atau modelnya.
2. Harus Dapat Dilaksanakan (Actionable)
Segmentasi pasar harus dapat dilaksanakan. Artinya, semua program pemasaran yang telah disusun dapat dilaksanakan serta dapat melayani segmen pasar secara efektif dan efisien.
3. Harus Dapat Dicapai (Accessible)
Segmentasi pasar harus dapat dicapai dengan baik. Dengan demikian, segmentasi pasar yang telah dibuat oleh perusahaan bisa dijadikan sebagai pasar sasaran (target market).
4. Harus Cukup Luas (Substansial)
Segmentasi pasar memang membuat pasar yang awalnya luas menjadi lebih sempit. Tapi, bukan berarti kelompok pasar tersebut menjadi sangat sempit. Pasar yang homogen tersebut tetap harus cukup luas sehingga dapat menguntungkan perusahaan ketika kelompok pasar tersebut dilayani perusahaan.
Dari syarat syarat segmentasi pasar di atas, dapat pula ditarik kesimpulan bahwa persyaratan ini harus dapat membantu suatu perusahaan untuk dapat menilai kelayakan pasar dari suatu produk untuk dapat disegmentasikan atau tidak.
Pengalihan Pemasaran Massal Menuju Pemasaran Sasaran
Perusahaan tentunya sudah menyadari bahwa produknya tidak akan mampu untuk menarik perhatian semua konsumen yang ada. Sebab, jumlah konsumen ada begitu banyak dan tersebar di berbagai wilayah dengan selera yang cepat berubah. Ditambah lagi, ada banyak pesaing yang juga berusaha menarik minat konsumen dengan produk yang serupa.
Karenanya, perusahaan harus bisa mendapat kan posisi yang paling menguntungkan dalam melayani konsumen dengan cara mengidentifikasikan segmen -segmen yang paling menarik untuk dilayani secara efektif.
Hal ini juga berarti bahwa perusahaan melakukan pengalihan pemasaran massal dan pemasaran produk deferensiasi menuju pada pemasaran sasaran. Tahapan pengalihan pemasaran massal menuju ke pemasaran sasaran ini dilakukan dengan :
1. Pemasaran Massal
Pemasaran massal adalah suatu pemasaran yang ditandai dengan memproduksi, mendistribusikan dan mempromosikan secara massal suatu produk kepada semua konsumen. Produk yang dipasarkan adalah tunggal, dengan harapan produk ini dapat memenuhi semua keinginan konsumen sekaligus menghemat biaya.
Strategi pemasaran massal seperti ini tidak banyak dipakai perusahaan. Beberapa perusahaan yang masih menggunakan pemasaran massal ini umumnya adalah perusahaan dengan konsumen yang terbatas.
2. Pemasaran Produk yang Terdiferensiasi
Dalam pemasaran produk terdiferensiasi, perusahaan mencoba melakukan identifikasi kelompok -kelompok pembeli tertentu. Caranya, perusahaan membagi pasar dalam dua kelompok segmen atau lebih. Masing -masing segmen ditawarkan jenis produk yang berbeda dengan kelompok lain.
Pembeda produk tersebut bisa dalam berbagai bentuk, seperti pada kualitas, warna, ukuran, model, kemasan dan lain sebagainya. Sebagai contoh, semula air mineral Aqua hanya memproduksi air mineral yang ditujukan untuk semua kalangan. Saat ini, Aqua melakukan diferensiasi mulai dari kemasan, rasa dan ukuran.
3. Pemasaran Sasaran
Pada pemasaran sasaran ini, perusahaan akan memusatkan usaha pemasarannya hanya pada satu atau beberapa kelompok semen pasar tertentu saja. Strategi pemasaran sasaran ini dilakukan dengan jalan mengembangkan produk dan pembedanya, sekaligus melakukan bauran produk, harga, distribusi dan promosinya hanya untuk kelompok tertentu.
Kini, strategi pemasaran sasaran banyak dilakukan mengingat tingkat persaingan yang kian tinggi. Kondisi pasar dan konsumen yang begitu kompleks saat ini memang menuntut adanya diferensiasi produk.
Diferensiasi Produk
Diferensiasi produk menjadi salah satu poin penting dalam suatu segmentasi pasar. Philip Kothler, seorang ahli marketing menyatakan bahwa strategi untuk diferensiasi produk ini dapat dilakukan melaui beberapa cara. Cara melakukan diferensiasi produk, menurut Philip Kothler, yaitu :
§  Produk, yang dapat mencakup : fitur, spesifikasi, warna, desain, performance dan lainnya.
§  Service, yang dapat mencakup : kecepatan, kemudahan, layanan pesan antar, empati dan lainnya.
§  Saluran distribusi, yang dapat mencakup : bentuk saluran distribusi, keluasan distribusi, kemampuan penjual dan lainnya.
§  Sumber daya manusia, yang dapat mencakup : budaya kerja, skill dan lainnya.
§  Citra perusahaan, yang dapat mencakup : merk, logo, asosiasi karakter dan lainnya.
Selain Philip Kothler, seorang ahli marketing lain, Rosabeth Moss Kanter juga memiliki pendapat tersendiri mengenai upaya diferensiasi produk dapat dilakukan. Langkah diferensiasi produk menurut Rosabeth Moss Kanter ini dapat dilakukan dengan tiga asset utama perusahaan, yaitu :
1. Konsep (Concenpt)
Konsep adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan ide dan inovasi melalui upaya inovasi yang berkelanjutan.

2. kompetensi (Competence)

Kompetensi adalah kemampuan dalam melakukan proses pemberian nilai tambah kepada pelanggan dengan menghasilkan standar kompetensi tertentu yang semakin meningkat.

3. Koneksi (Connection)

Koneksi adalah kemampun perusahaan dalam menjalin kerjasama dengan rekanan atau asosiasi.

Dasar Segmentasi Pasar

Untuk melakukan segmentasi pasar, maka bisa merujuk pada dasar segmentasi pasar yang dapat meliputi tes dasar demografis, geografis serta psikografis.

1. Demografis

Dasar pengelompokan pasar berdasarkan demografisnya, adalah yang berkaitan dengan faktor kependudukan. Demografi menjadi dasar segmentasi, karena beberapa alasan, yakni karena (1) masalah kependudukan mudah diukur, dan (2) kebutuhan para konsumen atau pembeli berhubungan erat dengan variabel-variabel kependudukan.
Bentuk segmentasi yang bisa dilaukan berdasarkan demografis dapat meliputi : jenis kelamin, umur, pendidikan, basarnya anggota keluarga, tipe keluarga, siklus hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, agama, ras, dan kepemilikan rumah,

2. Geografis

Segmentasi pasar berdasarkan geografis artinya adalah dasar pengelompokan konsumennya menggunakan aspek geografis seperti tempat, lokasi dan daerah. Dengan demikian segmentasinya dapat dikembangkan menjadi beberapa bagian, seperti wilayah, daerah kepadatan penduduknya, dan iklim.

3. Psikografis

Segmentasi pasar yang dilakukan atas dasar psikografis adalah pengelompokan pasar yang berdasarkan pada ciri -ciri kepribadian. Segmentasi pasar berdasarkan psikografis ini, dapati meliputi beberapa hal, seperti : kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian.



Selasa, 25 September 2018

PTS BISNIS ONLINE KELAS XI PM

PTS BISNIS ONLINE KELAS XI PM


WAKTU : 2 X 45 Menit

Jawaban ditulis dalam MS Word 

Nama file Jawaban PTS Bisnis Online-Nama Siswa)

Kirim ke e-mail : sajid_smk3@yahoo.com

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

I. SOAL-SOAL PILIHAN GANDA

 1. Metode periklanan dengan menggunakan media internet dan web (World Wide Web) dengan       tujuan menyampaikan pesan pemasaran (promosi) untuk menarik pelanggan adalah pengertian 
a. adsense
d. iklan online
b. afiliasi
e. iklan offline
c. pemasaran afiliasi

2. Awareness dalam iklan berarti ....
a. peringatan
b. Membangun kesadaran
c. hiburan
d. himbauan
e. ancaman

3. Adsense adalah program kerjasama ... melalui media internet.
a. reklame
b. iklan
c. advertensi
d. jawaban b dan c benar
e. jawaban a, b dan c benar.

4. Hal terpenting untuk meraih keberhasilan bersama Adsense adalah ....
a. memiliki situs web dengan konten menarik
b. konten situs web yang orisinil
c. situs kita memiliki pengunjung yang banyak
d. jawaban a dan b benar.
e. jawaban a, b dan c benar.

5. Istilah yang digunakan untuk waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu kegiatan produksi media adalah ....
a. time
b. on time
c. last time
d. off time
e. lead time

6. Apakah keuntungan iklan online dibandingkan dengan iklan offline/tradisional?
a. tidak ada tanggal kadaluarsa.
b. dapat segera dipublikasikan.
c. kualitas paparan bagus.
d. jawaban a dan c benar.
e. jawaban b dan d benar.

7. Istilah yang digunakan untuk iklan atau banner yang tampil pada halaman web diatas konten
adalah ....
a. shut up
b. pop up
c. top up
d. pop down
e. top down

8. Iklan yang ditampilkan pada halaman website berupa teks link yang sesuai dengan aturan penyedia konten ads disebut ....
a. iklan web
b. iklan website
c. iklan konten
d. iklan link
e. semua jawaban benar

9. Iklan online, eCommerce, mobile marketing, sosial media atau jejaring sosial, teknik afiliasi, email marketing, optimasi search engine dan strategi pemasaran online adalah....
a. marketing modern
b. promotional mix
c. Cakupan media pemasaran online
d. product mix
e. total marketing

10. Tujuan Iklan online yaitu:
a. membangun kesadaran (Awareness)
b. menjangkau pelanggan baru
c. mempersuasi
d. membangun loyalitas konsumen
e. semua jawaban benar.

11. Salah satu cara memasarkan produk secara online dan merupakan cara baru untuk dapat memperluas cakupan target audience.
a. e-marketing terbatas
b. e-banking
c. soft copy
d. e-computing
e. semua jawaban benar

12. Jenis ... ini lebih ditekankan ke penulisan alamat hubungan iklan dan keterangan singkat dari iklan itu sendiri.
a. iklan penting
b. kaitan iklan
c. iklan model baru
d. iklan link
e. iklan baris

13. Iklan ... ditampilkan di halaman web dengan target individu tertentu yang mengunjungi website.
a. direktori online
b. kontekstual
c. search
d. daftar lokal
e. konten

14. Iklan banner ini tampil pada jendela baru yang lebih kecil di atas atau di bawah halaman web disebut ....
a. pop-up dan pop-under
b. pop-up
c. pop-under
d. pop-up blocker
e. semua jawaban benar

15. Iklan ini muncul di lapisan atas konten, tapi tidak dalam jendela terpisah. Biasanya, pengguna dapat menutup iklan ini.
a. display content
b. content advertensi
c. floating advert
d. line advert
e. rich media

16. iklan ... adalah iklan yang dapat berinteraksi dengan konsumen dan merupakan gabungan antara video, teks, gambar, animasi dan suara.
a. rich media
b. display
c. peel-back
d. floating
e. expanding

17. Dimanakah ditempatkan iklan link?
a. Iklan baris
b. Pertukaran link dengan pemilik situs web lain
c. Iklan Banner (yang berisi link iklan)
d. jawaban b dan c benar
e. jawaban a, b dan c benar

18. Aplikasi untuk memblokir iklan?
a. ad block
b. the blocker
c. ad blocker
d. pop up
e. pop down

19. Apakah prasyarat untuk mengirim surat elektronik (e-mail) yang berisi promosi barang/jasa yang kita hasilkan?
a. perangkat internet
b. konsep surat promosi
c. alamat target pasar
d. jawaban a dan b benar
e. jawaban a, b dan c benar

20. Apakah hasil hubungan belajar pemasaran online dengan memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan peduli lingkungan dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap?
a. siswa belajar lebih giat
b. siswa jujur dalam belajar dan ulangan
c. siswa mau berbagi pengetahuan
d. siswa menjaga kebersihan kelas
e. semua jawaban benar

21. Iklan yang ditampilkan dengan mengkombinasikan teks, gambar dan animasi (tetapi tidak interaktif) dan iklan ini memiliki ukuran yang telah diatur, dikenal sebagai ....
a. Iklan display
b. media menengah
c. rich media
d. iklan non aktif
e. semua jawaban benar

22. Untuk memperoleh penghasilan dari usaha Adsense, anda perlu berusaha hingga ....
a. akun anda di setujui
b. pihak yang berwenang/adsense meninjau akun anda untuk persetujuan
c. ditempatkan iklan di situs anda
d. diverifikasi permohonan dari adsense
e. dikirimkan permohonan anda

23. AdSense diselenggarakan oleh ....
a. Google d. Moozila
b. Yaahoo e. Metroon
c. Amaazon
d. diverifikasi permohonan dari adsense
e. dikirimkan permohonan anda

24. Untuk memperoleh penghasilan dari usaha Adsense, pertama-tama anda harus ....
a. menunggu sampai akun di setujui
b. meninjau akun anda untuk persetujuan
c. menempatkan iklan di situs anda
d. menungggu verifikasi permohonan dari adsense
e. mengirimkan permohonan

25. Pemilik situs web atau blog akan mendapatkan pemasukan berupa pembagian keuntungan dari Google Adsense untuk setiap iklan ....
a. yang diklik oleh pengunjung situs
b. yang ditayangkan
c. yang terbaik
d. jawaban b dan c benar
e. semua jawaban benar

26. Dalam memasarkan iklan online, anda dapat melakukannya dengan gratis atau berbayar. Setiap pilihan tentu ada keuntungan dan kerugiannya. Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memasarkan iklan online secara gratis yaitu:

a. mencari penyedia iklan online gratis
b. membuat konten yang berkualitas dan dicari banyak orang
c. membuat akun di media sosial
d. menggunakan sosial bookmark
e. semua jawaban benar

27. Strategi alternatif yang banyak digunakan dan dianggap lebih efektif daripada pemasangan iklan online berbentuk banner disebut ....
a. jaringan iklan
b. bursa iklan
c. sponsorship online
d. RSS advert
e. semua jawaban benar

28. Iklan yang ditampilkan di dalam RSS Feed, yang bisa disesuaikan dengan konteks content RSS feed tersebut atau secara manual ditargetkan pada kebutuhan promosi tertentu.
a. jaringan iklan
b. bursa iklan
c. sponsorship online
d. RSS advert
e. semua jawaban benar

29. Contoh jaringan afiliasi untuk mempromo-sikan website Anda dan menghasilkan inbound link ke situs Anda ....
a. www.freebielist.com
b. www.affiliate-program.amazon.com
c. www.offerforge.com
d. www.trafficsynergy.com
e. semua jawaban benar

30. Pengiklan harus membayar setiap kali iklan tampil pada halaman web penyedia iklan, dikenal dengan istilah ....
a. pay per impression
b. pay per click
c. pay per action
d. pay per sale
e. semua jawaban benar

31. Tipe pembayaran yang memberikan komisi sesuai dengan jumlah orang yang memutar audio ataupun video yang ditampilkan oleh affiliator, disebut ....
a. Pay Per Play.
b. pay per click
c. pay per action
d. pay per sale
e. semua jawaban benar

32. ECommerce memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. terjadinya transaksi antara dua belah pihak
b. adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi
c. Internet merupakan medium utama dalam proses atau mekanisme perdagangan online.
d. jawaban a dan c benar
e. jawaban a, b dan c benar

33. Semakin meningkatnya komunitas bisnis yang mempergunakan internet dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari, secara tidak langsung telah menciptakan sebuah domain dunia baru yang kerap diistilahkan sebagai ...
a. dunia maya
b. cosmospolitan
c. cyberspace
d. jawaban a dan c benar
e. jawaban a, b dan c benar

34. Jenis-jenis relasi dalam dunia bisnis sebuah perusahaan menurut Fingar adalah ....
a. relasi dengan supplier
b. relasi dengan distributor
c. relasi dengan partner
d. jawaban a dan b benar
e. jawaban a, b dan c benar

35. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi e-commerce, diantaranya adalah ....
a. daur hidup produk dan situasi ekonomi
b. posisi persaingan perusahaan di pasar
c. penggunaan media online
d. jawaban a dan b benar
e. jawaban c dan d benar

36. Strategi pemasaran dapat dibagi kedalam beberapa jenis diantaranya merangsang kebutuhan ....
a. primer dengan menambah jumlah pemakai.
b. primer dengan memperbesar tingkat pembelian.
c. selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada.
d. jawaban a dan c benar
e. jawaban a, b dan c benar

37. Berdasarkan kebutuhan pelanggan, strategi pemasaran dilakukan dengan ....
a. menambah jumlah pemakai
b. memperbesar tingkat pembelian
c. mempertahankan pelanggan yang ada,
d. jawaban a dan b benar
e. jawaban a, b dan c benar

38. Strategi pemasaran berdasarkan media dilakukan melalui ....
a. keaslian lalu-lintas informasi
b. optimalisasi Google Maps
c. kampanye pay per click (PPC)
d. promosi di media sosial
e. semua jawaban benar

39. Dalam membangun atau mengelola situs e-commerce, perlu memperhatikan ....
a. arsitektur dan konfigurasi system
b. penggunaan aplikasi situs e-commerce yang sesuai dengan produk yang ditawarkan
c. mamampu menjaga keamanan data serta komunikasi pelanggan
d. jawaban b dan c benar
e. jawaban a dan d benar

40. Istilah untuk seperangkat praktek pemasaran yang memungkinkan organisasi untuk berkomunikasi dan terlibat dengan audiens mereka secara interaktif dan relevan melalui perangkat mobile atau jaringan nirkabel.
a. mobile marketing
b. mobile wireless
c. konfigurasi system
d. web server mobile
e. semua jawaban benar

41. ... adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum sesuai dengan topik dan tujuan dari si penggunanya
a. blog
b. web blog
c. body
d. jawaban a dan b benar
e. jawaban a, b dan c benar

42. Konfigurasi system aplikasi e-commerce perlu memperhatikan kehandalan system yang biasa disebut dengan ....
a. Stateless Web Server
b. statefull Web Server
c. developed server
d. jawaban a dan b benar
e. jawaban a, b dan c benar

43. Konfigurasi Sistem dan Tool yang digunakan, adalah ....
a. Enkripsi public-key/private-key
b. sertifikat, secure Protocol
c. enkripsi, tool Sekuriti,penggunaan Firewall, keamanan Pemrosesan Kartu Kredit
d. jawaban a, dan c benar
e. jawaban b dan d benar

44. Barcode dengan sekelompok garis paralel digunakan untuk memasukkan alamat situs yang panjang yang cukup merepotkan jika browsing internet disebut ....
a. price code
b. kode QR
c. product code
d. market barcode
e. place barcode

45. Mempromosikan produk yang sedang dipromosikan dalam beberapa permainan disebut ....
a. game mobile wireless
b. all game for sale
c. penjualan produk game
d. virtual game marketing
e. game mobile marketing

II. Essay

1. Jelaskan perbedaan Pemasaran secara umum dan pemasaran on-line
2. Sebutkan kelebihan kelebihan melakukan bisnis online
3. Sebutkan keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pembisnis on-line (5)
4. Apa saja hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pembisnis online (4)
5. Sebutkan resiko yang dihadapi oleh seorang pembisnis on-line (3)

KWITANSI PEMBAYARAN